Langsung ke konten

Pemko Sibolga Gelar Apel Penghormatan, Turut Berduka atas Gugurnya ASN di Papua Pegunungan

Apel duka cita ASN Sibolga untuk korban KKB Papua
Richard Mangatur Pangaribuan, memimpin apel duka cita di Halaman Kantor Wali Kota Sibolga, Senin (14/9/2026). (STASITA.com/Pemko Sibolga).

STASITA.com, (SIBOLGA)
– Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga menggelar apel pagi sebagai bentuk penghormatan dan duka cita atas gugurnya Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Para ASN tersebut tewas setelah menjadi sasaran serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat menjalankan tugas negara.

Apel yang berlangsung di Halaman Kantor Wali Kota Sibolga pada Senin (14/9/2026) pagi itu dipimpin oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Richard Mangatur Pangaribuan. Ia bertindak selaku inspektur upacara mewakili Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik.

Solidaritas Seluruh Jajaran

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Staf Ahli, Asisten, serta para Kepala Bagian di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Sibolga. Seluruh ASN, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), hingga tenaga outsourcing juga turut hadir mengikuti rangkaian apel dengan khidmat.

Sebagai wujud solidaritas, kegiatan apel serupa dilaksanakan secara serentak di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkungan Pemko Sibolga. Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menghargai pengabdian ASN yang gugur demi kepentingan bangsa.

Amanat dan Belasungkawa

Dalam amanatnya, Richard Mangatur Pangaribuan menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga para korban. Ia menekankan bahwa gugurnya para ASN merupakan kehilangan besar sekaligus pengingat akan beratnya tanggung jawab pengabdian kepada negara.

"Atas nama Pemerintah Kota Sibolga dan seluruh ASN, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Para ASN tersebut gugur dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara," ucapnya dengan nada khidmat.

Ia mengajak seluruh jajaran Pemko Sibolga untuk terus mendoakan para korban agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, doa juga dipanjatkan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini.

Doa Bersama dan Bendera Setengah Tiang

Usai penyampaian amanat, seluruh peserta apel mengikuti doa bersama untuk para korban. Doa tersebut juga mencakup permohonan keselamatan, kedamaian, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebagai tanda berkabung dan penghormatan tertinggi, bendera Merah Putih dikibarkan setengah tiang di lingkungan Kantor Wali Kota Sibolga. Pengibaran bendera setengah tiang ini merupakan bentuk penghormatan negara kepada para pahlawan yang gugur dalam tugas.
Samuel Sitorus
Wartawan STASITA.com
Memuat rekomendasi berita...

Komentar

Posting Komentar

Bagikan